Rabu, 09 April 2014

Kapan Indonesia Bangkit ?



Melihat relita yang  ada saat ini  partai politik dijadiakan  kendaraan untuk  mewujudkan keinginan seseorang  menjadi pemimpin misalnya DPR RI, DPD, Presiden dan lain sebagaiya. Untuk menjadi pemimpin ideal tidak segampang membalikan telapak tangan, membutuhkan perjuangan sangat besar dan kerja keras yang harus di lakoni calon pemimpin.

Blusukan ?  dalam kampaye sudah biasa, tujuannya untuk menarik perhatian warga supaya memilih calonnya. dalam blusukan bisanya mengadakan orasi, selain itu mengadakan pengobatan GRATIS, menyediakan hiburan, berkunjung ke pasar tradisional, plosok desa, menghampiri petani hanya untuk CAPER.

Sekarang bisa ngomong A besok B ya itulah manusia yang belum patas menjadi pemimpin Indoesia yang kaya akan sumber daya manusia dan alam sekitarnya jika Tanah Air Tercinta ini mempunyai pemimpin yang jujur, sabar, adil , bermasyarakat tidak memperkaya diri sendiri, mendahulukan rakya daripada dirinya. Jika negara ini mengalami kesejahteraaan maka rakyatlah yang harus pertama kali menikmaati biarlah pemimpin yang  terakhir merasakanya, jika negara ini mengalami krisis sembako atau kelaparan biar lah pemimpinnya yang harus merasakan terlebih dahulu.

Sungguh Indonesia akan menjadi negara maju seperti Amerika, tapi lain hal dengan pemimpin yang sekarang ini marak dengan keinginanya sendiri, memperkaya diri sendiri, bisanya hanya ngomong doang tidak dengan perakteknya,  mereka berkoar-koar “ amalkan  taati, patuhi dan jalankan pancasila “ tapi yang berkoar-koar tidak sama sekali menjalankan, pemimpin sekarang hanya bisa ngomong di depan umum dengan visi dan misi yang sangat tinggi tapi tidak ada bukti setelah mereka menjadi pemimpin.

Sadar atau tidak sadar orang kaya itu makan  dari orang miskin.  Jika tidak ada orang miskin maka tidak ada orang yang mau menanan padi, jagung, sayuran dan lain sebagainya.  Karena tidak ada orang kaya yang mau menginjak lumpur yang jijik serta tidak mau capek mereka hanya mau enaknya sajah. Tetapi kenapa mereka meremehkan orang yang telah memberi makan mereka .

Sekarang ini banyak  insinyur lulusan dari IPB tapi mereka tidak mengamalkan ilmu yang telah mereka tuntut. Misalkan terjun langsung  ke masyarakat untuk memberikan penyuluhan bertani yang baik dan benar tanpa mengalami kerugin yang begitu besar .
Dimana simpatik mereka terhadap pertanian Indonesia padahal di Negara Indonesia banyak sekali sarjana pertanian tapi mereka tidak peduli dengan keadaan terhadap pertanian indonesia, makanya pertanian di indonesia tidak berkembang karena sarjana  pertaniannya lebih memilih menjadi caleg dibanding menata pertanian dengan baik. Petani di Indonesia rata-rata hanyalah lulusan SD dan belajar pertanian dari nenek moyangnya zaman dulu ,  makanya sekarang semua bahan pokok di ekspor dari luar negeri dimuali dari garam dan kacang. Padahal lautan dan daratan di Indonesia begitu luas.

Mencalonkan mejadi pemimpin memang hal yang mulia siapapun boleh menjadi pemimpin tetapi jangan menjadi peimpin yang “HAUS AKAN  KEKAYAAN “
Sejak dulu sampai sekarang pemimpin di Indonesia masih memperkaya diri sendiri seperti dalam karyanya W.S. Rendra.

Para penguasa berlindung dibalik demokrasi, membodohi tanpa peduli hanya untuk kepentingan diri sendiri, apa yang diucapkan tidak sama dengan yang dilaksanakan, korupsi dihalalkan hanya untuk kepentingan perjuangan pengabadian kekuasaan, undang-undang diciptakan hanya untuk memudahkan jalan persekongkolan, lantas pada siapa kita harus protes kalau tidak lari ke jala-jalan, itupun lambat laun akan dilarang.
(W.S. Rendra)

Jika pemimpin negara Idonesia masih memikirkan diri sendiri daripada rakyatnya sampai kapanpun Indonesia tidak akan menjadi negara maju.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar