Melihat relita yang ada saat ini partai politik dijadiakan kendaraan untuk
mewujudkan keinginan seseorang menjadi
pemimpin misalnya DPR RI, DPD, Presiden dan lain sebagaiya. Untuk menjadi
pemimpin ideal tidak segampang membalikan telapak tangan, membutuhkan
perjuangan sangat besar dan kerja keras yang harus di lakoni calon pemimpin.
Blusukan ? dalam kampaye sudah biasa, tujuannya untuk
menarik perhatian warga supaya memilih calonnya. dalam blusukan bisanya
mengadakan orasi, selain itu mengadakan pengobatan GRATIS, menyediakan hiburan,
berkunjung ke pasar tradisional, plosok desa, menghampiri petani hanya untuk
CAPER.
Sekarang bisa ngomong A
besok B ya itulah manusia yang belum patas menjadi pemimpin Indoesia yang kaya
akan sumber daya manusia dan alam sekitarnya jika Tanah Air Tercinta ini
mempunyai pemimpin yang jujur, sabar, adil , bermasyarakat tidak memperkaya
diri sendiri, mendahulukan rakya daripada dirinya. Jika negara ini mengalami
kesejahteraaan maka rakyatlah yang harus pertama kali menikmaati biarlah
pemimpin yang terakhir merasakanya, jika
negara ini mengalami krisis sembako atau kelaparan biar lah pemimpinnya yang harus
merasakan terlebih dahulu.
Sungguh Indonesia akan
menjadi negara maju seperti Amerika, tapi lain hal dengan pemimpin yang
sekarang ini marak dengan keinginanya sendiri, memperkaya diri sendiri, bisanya
hanya ngomong doang tidak dengan perakteknya,
mereka berkoar-koar “ amalkan taati, patuhi dan jalankan pancasila “ tapi
yang berkoar-koar tidak sama sekali menjalankan, pemimpin sekarang hanya bisa
ngomong di depan umum dengan visi dan misi yang sangat tinggi tapi tidak ada
bukti setelah mereka menjadi pemimpin.
Sadar atau tidak sadar orang
kaya itu makan dari orang miskin. Jika tidak ada orang miskin maka tidak ada
orang yang mau menanan padi, jagung, sayuran dan lain sebagainya. Karena tidak ada orang kaya yang mau menginjak
lumpur yang jijik serta tidak mau capek mereka hanya mau enaknya sajah. Tetapi kenapa
mereka meremehkan orang yang telah memberi makan mereka .
Sekarang ini banyak insinyur lulusan dari IPB tapi mereka tidak
mengamalkan ilmu yang telah mereka tuntut. Misalkan terjun langsung ke masyarakat untuk memberikan penyuluhan
bertani yang baik dan benar tanpa mengalami kerugin yang begitu besar .
Dimana simpatik mereka
terhadap pertanian Indonesia padahal di Negara Indonesia banyak sekali sarjana
pertanian tapi mereka tidak peduli dengan keadaan terhadap pertanian indonesia,
makanya pertanian di indonesia tidak berkembang karena sarjana pertaniannya lebih memilih menjadi caleg
dibanding menata pertanian dengan baik. Petani di Indonesia rata-rata hanyalah
lulusan SD dan belajar pertanian dari nenek moyangnya zaman dulu , makanya sekarang semua bahan pokok di ekspor
dari luar negeri dimuali dari garam dan kacang. Padahal lautan dan daratan di
Indonesia begitu luas.
Mencalonkan mejadi pemimpin
memang hal yang mulia siapapun boleh menjadi pemimpin tetapi jangan menjadi
peimpin yang “HAUS AKAN KEKAYAAN “
Sejak dulu sampai sekarang pemimpin di Indonesia masih memperkaya diri
sendiri seperti dalam karyanya W.S. Rendra.
Para
penguasa berlindung dibalik demokrasi, membodohi tanpa peduli hanya untuk
kepentingan diri sendiri, apa yang diucapkan tidak sama dengan yang
dilaksanakan, korupsi dihalalkan hanya untuk kepentingan perjuangan pengabadian
kekuasaan, undang-undang diciptakan hanya untuk memudahkan jalan
persekongkolan, lantas pada siapa kita harus protes kalau tidak lari ke
jala-jalan, itupun lambat laun akan dilarang.
(W.S. Rendra)
Jika
pemimpin negara Idonesia masih memikirkan diri sendiri daripada rakyatnya
sampai kapanpun Indonesia tidak akan menjadi negara maju.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar