Kamis, 30 April 2015

pra-sempro Pemberdayaan Masyarakat



PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT
(Melalui pembangunan koperasi berbasis modal sosial
di Desa Mekarsari Kecamatan Cimerak Kabupaten Ciamis – Jawa Barat )
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiFcL8JWCI5KKkOxfTrUMVC4mTs7n6YBva2H_LmakA9jiRuFR_flBHy3lt02b2TKq2Mg9mk2YkGT5kLFbtNTfI4GnuuJGvauXbYJ9dKS6VOu5_gVKrtYKk8YpegXO0csOKBPalxSCwZx_k/s1600/Logo+Undip+statuta.jpg











Oleh : Manisah
Nim : 14010113120042






FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN  ILMU POLITIK
UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG
TAHUN 2014/2015



BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Sejak terbentuknya otonomi desa, maka wilayah desa mempunyai wilayah sendiri, masyarakat turut dilibatkan dalam proses menjalankan kewenangan desa, sehingga terjadi interaksi antar individu, individu dengan kelompok, kelompok dengan kelompok.
Seperasaan menunjuk pada individu yang selalu menyelaraskan antara individu dengan kelompok yang ada di Dusun Citelu Kampung Cijambe Rt/Rw 03/01 Desa Mekarsari Kecamatan Cimerak Kabupaten Ciamis. Proses interaksi yang dilakukan oleh warga Dusun Citelu terjadi setiap hari melalui tatap muka dengan tetangga, bertegur sapa, hal-hal yang biasa dilakukan oleh warga dusun citelu Kampung Cijambe.
Pembangunan Desa Mekarsari dilihat dari segi fisiknya seperti pembangunan jalan, ekonomi, budaya, dan sosial. Keadaan ekonomi masih rendah  terbukti dari penghasilan per kapita yaitu Rp. 3.168.000, pendapatan tersebut tidak mencukupi untuk kebutuhan selama satu tahun. Campur tangan pemerintah dalam pembatasan impor gula merah/kecap dari luar negeri dan penetapan index harga sebagai stabilitator harga dalam proses perdagangan, proses perekonomian tersebut produsen merasa dirugikan karena harga jual yang tidak sesuai dengan harga sesungguhnya, hal ini di sebabkan oleh faktor keadaan yang didalam masyarakat yaitu transfortasi, belum ada kejelasan sektor pasar yang akan dituju, akses jalan yang sulit dijangkau menuju ke kota.
Oleh karena itu dibutuhkannya peran pemerintah untuk mengatasi hal tersebut misalnya dengan pembangunan koperasi, PNPM (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat), Pembentukan Pengurus Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) tingkat Desa.
Secara teori makro ekonomi  kegiatan pemakaian sumber daya secara efisien dalam menyediakan barang dan jam untuk memenuhi kebutuhan manusia.
·         Segi perminiman dan penawaran dan menentukan tingkat kegiatan dalam perekonomian.
·         Masalah-masalah utama yang selalu dihadapi oleh setiap perekonomiaan.
·         Peranan kebijakan dan campur tangan pemerintah secara tidak langsung untuk mengatasi masalah ekonomi pasar bebas yang dihadapi.
Secara teori birokrasi Weber, tugas dan fungsi masing-masing jabatan berbeda satu-sama lain(Implementasinya di Indonesia pada Pasal 26 ayat (2) UU No. 49Tahun 1999), Setiap jabatan mempunyai kontrak jabatan yang harus dijalankan, Setiap pejabat diseleksi atas dasar kualifikasinva.
Perkermbangan teori organisasi
Teori Struktural Klasik :
a. Organisasi Sosial merujuk pada pola-pola interaksi sosial yang terjadi dalam sebuah kelompok sosial, yaitu kelompok atau kumpulan orang yang terbentuk atas dasar kesamaan kumpulan orang yang terbentuk atas dasar kesamaan kepentingan yang saling berhubungan dan melakukan interaksi sosial. Hubungan yang terjadi ini menghasilkan aspek status sosial yang berbeda. Jaringan hubungan & kepercayaan bersama suatu kelompok ini yang biasanya disebut dengan struktur.
b. Teori Organsasi Transisional
Organisasi formal suatu sistem kegiatan dua orang. Organisasi formal suatu sistem kegiatan dua orang atau lebih yang dilakukan secara sadar dan terkoordinasikan.-Menitikberatkan konsep sistem dan konsep orang. Eksistensi organisasi bergantung pada kemampuan manusia untuk berkomunikasi dan kemauan untuk bekerja sama dalam mencapai tujuan yang sama.  Fungsi utama pimpinan adalah mengembangkan dan memelihara suatu sistem komunikasi.

Sesuai dengan teori ekonomi makro dan teori organisasi maka akan lebih baik jika di Dusun Citelu Kampung Cijambe Rt/Rw 03/01 Desa Mekarsari Kecamatan Cimerak Kabupaten Ciamis jika pemerintahan Desanya mendirikan organisasi pemberdayaan masyarakat seperti, pembangunan koperasi untuk mempermudah masyarakat dalam menunjang perekonomian, dengan demikian apa yang telah ada dalam empirik serta disesuaikan dengan teori menuju pemenuhan kebutuhan masyarakat maka di angkat judul pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pembangunan koperasi berbasis modal sosial.


1.2 Perumusan Masalah
1. Mengapa di Desa Mekarsari kampung Cijambe kebutuhan sosial masyarakat belum terpenuhi ?
2.  Mengapa kebutuhan masyarakat Desa Mekarsari kampung Cijambe belum terpenuhi dilihat dari segi fisik?
1.3 Tujuan Penelitian
a. Mengetahui penyebab belum terpenuhinya kebutuhan masyarakat baik dari segi fisik maupun sosial.
b. Mengetahui program dan inisiatif pemeritahan desa dalam rangka pemberdayaan ekonomi.                   
1.4 Kegunaan Penelitian
Penelitian ini dapat dijadikan bahan untuk evaluasi terhadap pemerintahan desa Mekarsari agar memberikan fasilitas sosial yang memadai untuk menyokong kehidupan warganya.
1.5 Kerangka Pemikiran Teoritis
a. Teori Organisasi Formal (Birokrasi Weber –Manajemen Ilmiah Taylor)
1. Suatu organisasi terdiri dari hubungan yang ditetapkan antara jabatan-jabatan.
2. Tujuan / rencana organisasi terbagi ke dalam tugas-tugas yang disalurkan di antara berbagai jabatan sebagai kewajiban (jod description).
3. Kewenangan untuk melaksanakan kewajiban diberikan kepada jabatan (saat sah menduduki jabatan).kepada jabatan (saat sah menduduki jabatan).
4. Garis2 kewenangan & jabatan diatur menurut suatutatanan hierarkis.
5. Suatu sitem aturan/regulasi yang umum tapi tegasyang ditetapkan secara formal, mengatur tindakan-tindakan &fungsi jabatan dalam organisasi.
6. Prosedur dalam organisasi bersifar formal dan impersonal.
7. Adanya prosedur untuk menjaga disiplin anggota.
8. Anggota organisasi harus memisahkan kehidupan pribadi dan kehidupan organisasi.
9. Pegawai dipilih untuk bekerja dalam organisasi berdasarkan kualifikasi teknis.
organisasi berdasarkan kualifikasi teknis.
10. Penilaian kenaikan jabatan dilakukan berdasarkan senioritas dan prestasi kerja.
b. Berdasarkan undang-undang Republik Indonesia N0. 6 TAHUN 2014  Tentang Desa 

Pasal 2

Penyelenggaraan Pemerintahan Desa, pelaksanaan Pembangunan Desa, pembinaan kemasyarakatan Desa, dan pemberdayaan masyarakat Desa berdasarkan Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika.
Pasal 4

d. mendorong prakarsa, gerakan, dan partisipasi masyarakat Desa untuk pengembangan potensi dan Aset Desa guna kesejahteraan bersama.

Secara etimologi kata desa berasal dari bahasa Sansekerta, deca yang berarti tanah air, tanah asal, atau tanah kelahiran. Dari perspektif geografis, desa atau village diartikan sebagai “
a groups of hauses or shops in a country area, smaller than a town”. Desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang  memiliki kewenangan untuk mengurus rumah tangganya sendiri berdasarkan hak asal-usul dan adat istiadat yang diakui dalam Pemerintahan Nasional dan
berada di Daerah Kabupaten.

c.  Pembangunan Sosial dan Pemberdayaan : Teori, Kebijaksanaan, dan Penerapan” 1997:55

Menciptakan suasana atau iklim yang memungkinkan potensi masyarakat berkembang (enabling). Disini titik tolaknya adalah pengenalan bahwa setiap manusia, setiap masyarakat, memiliki potensi yang dapat dikembangkan. Artinya, tidak ada masyarakat yang sama sekali tanpa daya, karena jika demikian akan sudah punah. Pemberdayaan upaya untuk membangun daya itu, dengan mendorong, memotivasikan, dan membangkitkan kesadaran akan potensi yang dimilikinya serta berupaya untuk mengembangkannya.

Memperkuat potensi atau daya yang dimiliki masyarakat (empowering). Dalam rangka ini diperlukan langkah-langkah lebih positif, selain dari hanya menciptakan iklim dan suasana. Perkuatan ini meliputi langkah-langkah nyata, dan menyangkut penyediaan berbagai masukan (input), serta pembukaan akses ke dalam berbagai peluang (opportunities) yang akan membuat masyarakat menjadi berdaya. Dalam rangka pemberdayaan ini, upaya yang amat pokok adalah peningkatan taraf pendidikan, dan derajat kesehatan, serta akses ke dalam sumber-sumber kemajuan ekonomi seperti modal, teknologi, informasi, lapangan kerja, dan pasar.

Masukan berupa pemberdayaan ini menyangkut pembangunan prasarana dan sarana dasar fisik, seperti irigasi, jalan, listrik, maupun sosial seperti sekolah dan fasilitas pelayanan
kesehatan, yang dapat dijangkau oleh masyarakat pada lapisan paling bawah, serta ketersediaan lembaga-lembaga pendanaan, pelatihan, dan pemasaran di perdesaan, dimana terkonsentrasi penduduk yang keberdayaannya amat kurang. Untuk itu, perlu ada program khusus bagi masyarakat yang kurang berdaya, karena program-program umum yang berlaku tidak selalu dapat menyentuh lapisan masyarakat ini.

Pemberdayaan bukan hanya meliputi penguatan individu anggota masyarakat, tetapi juga pranata-pranatanya. Menanamkan nilai-nilai budaya modern, seperti kerja keras, hemat, keterbukaan, dan kebertanggungjawaban adalah bagian pokok dari upaya pemberdayaan ini. Demikian pula pembaharuan institusi-institusi sosial dan pengintegrasiannya ke dalam kegiatan pembangunan serta peranan masyarakat di dalamnya. Yang terpenting disini adalah peningkatan partisipasi rakyat dalam proses pengambilan keputusan yang menyangkut diri dan masyarakatnya. Oleh karena itu, pemberdayaan masyarakat amat erat kaitannya dengan pemantapan, pembudayaan, pengamalan demokrasi.
1.6 Proposisi
a.  Kebutuhan sosial masyarakat Desa Mekarsari belum terpenuhi
b. Kebutuhan  fisik masyarakat Desa Mekarsari belum terpenuhi





Daftar Pustaka
Soetomo, 2013 . Pemberdayaan Masyarakat. Pustakaa Pelajar. Yogyakata.
Guntur, Effendi. 2009. Pemberdayaan Ekonomi Rakyat. VC Sagung Seto. Jakarta
Widjadja.2012. Otonomi Desa, Merupakan otonomi yang asli bulat dan utuh. RajaGrafindo Persada, Jakarta.
Kushandajani. 2008. Otonomi desa berbasis modal sosial dalam perspestif socio-legal. Jurusan Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Diponegoro. Semarang.
Creswell, John. 2013. Research Desaign. Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dam Mixed. Pustaka Pelajar. Yogyakarta.
Undang-undang tentang desa (UU RI No. 6 Tahun 2014). Sinar Grafika. Jakarta.
Zubaedi. 2013.  Pengembangan Masyarakat. Kencana Prenada Media Group. Jakarta.
Creswell, John. 2015. Penelitian Kualitatif dan Desain riset Memilih diantara lima pendekatan. Pustaka Pelajar. Yogyakarta.
Nurcholis, Hanif. 2011.  Pertumbuhan dan perkembangan pemerintahan desa. Erlangga. Jakarta.


Senin, 22 Desember 2014

Kunjungi ya kawan...
http://koranbogor.com/nusantara/22/12/2014/media-massa-kapitalisme-dan-postmodernism.html

Jumat, 19 Desember 2014

Media massa, Kapitalisme, dan Postmodernism




Media massa, Kapitalisme, dan Postmodernism
Oleh Manisah

Terdapat dua hal yang merubah gaya hidup setiap individu, yaitu adanya kapitalisme dan postpomodernism. Individu yang mengikuti gaya hidup di iklan baik media cetak atau televisi, secara otomatis menjadi korban kapitalisme melalui media massa.
Sementara  itu di Indonesia media massa dikuasai oleh 12 kelompok media besar, yaitu  MNC Group, Kelompok Kompas Gramedia, Elang Mahkota Teknologi, Visi Media Asia, Grup Jawa Pos, Mahaka Media, CT Group, Berita Satu Media Holdings, Grup Media, MRA Media, Femina Group dan Tempo Inti Media. Ditambah dengan Bisnis Indonesia Group (Harian Bisnis Indonesia, Majalah Business Weekly), Solopos/Radio, Bali TV (Bali TV dan 10 TV Lokal), Pos Kota Grup (Jakarta dan Koran Rakyat), Pikiran Rakyat Group (penguasa Jawa Barat), termasuk group online baru: Kapanlagi.com dan merdeka.com.
Menurut Pratikno, Rektor Universitas Gadjah Mada, media merupakan entitas paling kuat di dunia, karena media mengendalikan pikiran masyarakat melalui informasi dan pengetahuan yang disampaikannya. Gagasan, perilaku, dan kewajiban para pemimpin negara pun tersampaikan ke masyarakat melalui media massa.
Media massa kerap memberitakan informasi secara hiperbola di iklan guna minat masyarakat dan rasa ingin mengetahui isu aktual sehingga terjadilah pembodohan masyarakat. Sering kali masyarakat kecewa dengan berita yang kenyataannya tidak sesuai dengan yang terjadi di masyarakat, sebagai contoh beberapa pekan lalu muncul isu yang sangat mencengangkan dan mengagetkan telinga pemerintah, berita pada saat itu ada satu keluarga yang mendatangi rumah sakit sebanyak 40 buah, padahal pada kenyataannya hanya 22 rumah sakit dengan catatan  yang di datangi hanya dua rumah sakit, dan 20 rumah sakit  hanya ditelepon saja, dalam kasus ini telah terbukti bahwa tidak semua media memberitakan seperti kenyataan.
Kapitalisme menjadi sebuah ideologi yang kini masih diterapkan oleh negara-negara barat seperti Amerika, Inggris, dan Israel. Sebagai sistem kehidupan, kapitalisme memang mampu memancarkan aturan komprehensif untuk berjaya pada ajang politik ekonomi di seluruh dunia, sedangkan Indonesia hanya menjadi penjajahan kapitalisme negara lain.
Kesenjangan ekonomi
Seiring berjalanannya waktu, kapitalisme memberikan efek yang buruk bagi perekonomian serta kesenjangan sosial. Timbulnya jarak jauh antara si kaya dan si miskin ini merupakan dampak buruk dari kapitalisme yang terjadi di beberapa negara berkembang termasuk Indonesia. Negara Indonesia merupakan negara demokrasi, menurut Karl Marx negara demokrasi adalah negara kapitalis, karena negara dikontrol oleh logika ekonomi kapitalis yang mendiktekan bahwa kebanyakan keputusan politik harus menguntungkan kepentingan kapitalis.
Selain itu banyak perusahaan asing beroperasi di Indonesia, misalnya Freeport yang mengekploitasi hasil bumi di Papua dan Exxon Mobil di Aceh tidak memperhatikan kesejahteraan rakyat di sekitarnya. Pemerintah lebih berpihak pada investor ketika ada konflik antara pihak perusahan dan masyarakat.
Kepolisian lebih berpihak pada perusahaan asing di Indonesia seperti tragedi Mesuji. Terbukti bahwa Negara Indonesia menganut kapitalis dengan alasan adanya ciri negara yaitu tidak adanya peran pemerintah yang melayani rakyat tetapi pemerintah lebih melayani pihak investor.
Kapitalisme sesungguhnya ada sejak zaman feodalisme Eropa. Negara Eropa pada saat itu telah terjadi monopoli perekonomian yang dikuasai oleh bangsawan atau tuan tanah saja, sedangkan orang miskin hanya menjadi buruhnya saja. Buku yang berjudul “Capitalism its Origins and Evolution as a System of Govenance” menjelaskan bahwa kapitalisme adalah system pemerintahan tidak langsung karena pelaku ekonomi diatur oleh undang-undang dan peraturan yang mengatur kondisi untuk perilaku yang dapat diterima.Hal itu kontras dengan dua sejarah dan dua system pemerintahan kontemporer bagi hubungan ekonomi.
Sejak tahun 2000, Negara Indonesia mengalami postmodernism ditandai dengan manusia yang mengenal teknologi digital kontras dengan kehidupan sebelumnya. Era postmodrenism membuat konsepsi apa itu kebenaran, kebenaran dan sifat ditemukan di setiap individu  sehingga dapat dikatakan bahwa semua manusia sama antara yang satu dengan yang lainnya.
Munculnya modernism dan postmodernism tidak terlepas dari kapitalisme. Market kapitalisme (18-19 th century) ditandai dengan sistem locomotive.Kehidupan global menjadi kausal peminjam kebudayaan lain seperti mengonsumsi makanan dan minuman luar negeri seperti KFC, sushi, pepsi, fanta. Sebelum adanya zaman yang modern,dewasa ini penyerapan nasihat dari orang tua mengalami degradasi akibat media global. Hal tersebut mempengaruhi tindakan dan impian.Sebagian besar dewasa ini lebih percaya terhadap majalah daripada Al-Qur’an.Banyak orang memilih hidup tanpa keluarga mengakibatkan hancurnya agen-agen tradisional seperti keluarga dan agama. Di Australia setiap keluarga yang mempunyai anak umur 1-5 tahun mendapatkan uang sebesar $150untuk keberlangsungan hidupnya, sedangkan di Indonesia belum diterapkan aturan yang sama seperti di Australia.
Di era ini, Orientasi kebijakan kabinet Indonesia hebat yang dekat dengan masyarakat agar pemerintah lebih membela rakyatnya, apabila ada masalah antara investor dengan masyarakat. Dapat dikatakan Negara Indonesia menciptakan momentum yang baru untuk meraih keadilan sosial dan kesejahteraan umum, “jika dapat dipermudah kenapa harus dipersulit? Jika bisa dipercepat, kenapa mesti diperlambat,?”ucapjokowi.

Rabu, 09 April 2014

Kapan Indonesia Bangkit ?



Melihat relita yang  ada saat ini  partai politik dijadiakan  kendaraan untuk  mewujudkan keinginan seseorang  menjadi pemimpin misalnya DPR RI, DPD, Presiden dan lain sebagaiya. Untuk menjadi pemimpin ideal tidak segampang membalikan telapak tangan, membutuhkan perjuangan sangat besar dan kerja keras yang harus di lakoni calon pemimpin.

Blusukan ?  dalam kampaye sudah biasa, tujuannya untuk menarik perhatian warga supaya memilih calonnya. dalam blusukan bisanya mengadakan orasi, selain itu mengadakan pengobatan GRATIS, menyediakan hiburan, berkunjung ke pasar tradisional, plosok desa, menghampiri petani hanya untuk CAPER.

Sekarang bisa ngomong A besok B ya itulah manusia yang belum patas menjadi pemimpin Indoesia yang kaya akan sumber daya manusia dan alam sekitarnya jika Tanah Air Tercinta ini mempunyai pemimpin yang jujur, sabar, adil , bermasyarakat tidak memperkaya diri sendiri, mendahulukan rakya daripada dirinya. Jika negara ini mengalami kesejahteraaan maka rakyatlah yang harus pertama kali menikmaati biarlah pemimpin yang  terakhir merasakanya, jika negara ini mengalami krisis sembako atau kelaparan biar lah pemimpinnya yang harus merasakan terlebih dahulu.

Sungguh Indonesia akan menjadi negara maju seperti Amerika, tapi lain hal dengan pemimpin yang sekarang ini marak dengan keinginanya sendiri, memperkaya diri sendiri, bisanya hanya ngomong doang tidak dengan perakteknya,  mereka berkoar-koar “ amalkan  taati, patuhi dan jalankan pancasila “ tapi yang berkoar-koar tidak sama sekali menjalankan, pemimpin sekarang hanya bisa ngomong di depan umum dengan visi dan misi yang sangat tinggi tapi tidak ada bukti setelah mereka menjadi pemimpin.

Sadar atau tidak sadar orang kaya itu makan  dari orang miskin.  Jika tidak ada orang miskin maka tidak ada orang yang mau menanan padi, jagung, sayuran dan lain sebagainya.  Karena tidak ada orang kaya yang mau menginjak lumpur yang jijik serta tidak mau capek mereka hanya mau enaknya sajah. Tetapi kenapa mereka meremehkan orang yang telah memberi makan mereka .

Sekarang ini banyak  insinyur lulusan dari IPB tapi mereka tidak mengamalkan ilmu yang telah mereka tuntut. Misalkan terjun langsung  ke masyarakat untuk memberikan penyuluhan bertani yang baik dan benar tanpa mengalami kerugin yang begitu besar .
Dimana simpatik mereka terhadap pertanian Indonesia padahal di Negara Indonesia banyak sekali sarjana pertanian tapi mereka tidak peduli dengan keadaan terhadap pertanian indonesia, makanya pertanian di indonesia tidak berkembang karena sarjana  pertaniannya lebih memilih menjadi caleg dibanding menata pertanian dengan baik. Petani di Indonesia rata-rata hanyalah lulusan SD dan belajar pertanian dari nenek moyangnya zaman dulu ,  makanya sekarang semua bahan pokok di ekspor dari luar negeri dimuali dari garam dan kacang. Padahal lautan dan daratan di Indonesia begitu luas.

Mencalonkan mejadi pemimpin memang hal yang mulia siapapun boleh menjadi pemimpin tetapi jangan menjadi peimpin yang “HAUS AKAN  KEKAYAAN “
Sejak dulu sampai sekarang pemimpin di Indonesia masih memperkaya diri sendiri seperti dalam karyanya W.S. Rendra.

Para penguasa berlindung dibalik demokrasi, membodohi tanpa peduli hanya untuk kepentingan diri sendiri, apa yang diucapkan tidak sama dengan yang dilaksanakan, korupsi dihalalkan hanya untuk kepentingan perjuangan pengabadian kekuasaan, undang-undang diciptakan hanya untuk memudahkan jalan persekongkolan, lantas pada siapa kita harus protes kalau tidak lari ke jala-jalan, itupun lambat laun akan dilarang.
(W.S. Rendra)

Jika pemimpin negara Idonesia masih memikirkan diri sendiri daripada rakyatnya sampai kapanpun Indonesia tidak akan menjadi negara maju.