Senin, 22 Desember 2014

Kunjungi ya kawan...
http://koranbogor.com/nusantara/22/12/2014/media-massa-kapitalisme-dan-postmodernism.html

Jumat, 19 Desember 2014

Media massa, Kapitalisme, dan Postmodernism




Media massa, Kapitalisme, dan Postmodernism
Oleh Manisah

Terdapat dua hal yang merubah gaya hidup setiap individu, yaitu adanya kapitalisme dan postpomodernism. Individu yang mengikuti gaya hidup di iklan baik media cetak atau televisi, secara otomatis menjadi korban kapitalisme melalui media massa.
Sementara  itu di Indonesia media massa dikuasai oleh 12 kelompok media besar, yaitu  MNC Group, Kelompok Kompas Gramedia, Elang Mahkota Teknologi, Visi Media Asia, Grup Jawa Pos, Mahaka Media, CT Group, Berita Satu Media Holdings, Grup Media, MRA Media, Femina Group dan Tempo Inti Media. Ditambah dengan Bisnis Indonesia Group (Harian Bisnis Indonesia, Majalah Business Weekly), Solopos/Radio, Bali TV (Bali TV dan 10 TV Lokal), Pos Kota Grup (Jakarta dan Koran Rakyat), Pikiran Rakyat Group (penguasa Jawa Barat), termasuk group online baru: Kapanlagi.com dan merdeka.com.
Menurut Pratikno, Rektor Universitas Gadjah Mada, media merupakan entitas paling kuat di dunia, karena media mengendalikan pikiran masyarakat melalui informasi dan pengetahuan yang disampaikannya. Gagasan, perilaku, dan kewajiban para pemimpin negara pun tersampaikan ke masyarakat melalui media massa.
Media massa kerap memberitakan informasi secara hiperbola di iklan guna minat masyarakat dan rasa ingin mengetahui isu aktual sehingga terjadilah pembodohan masyarakat. Sering kali masyarakat kecewa dengan berita yang kenyataannya tidak sesuai dengan yang terjadi di masyarakat, sebagai contoh beberapa pekan lalu muncul isu yang sangat mencengangkan dan mengagetkan telinga pemerintah, berita pada saat itu ada satu keluarga yang mendatangi rumah sakit sebanyak 40 buah, padahal pada kenyataannya hanya 22 rumah sakit dengan catatan  yang di datangi hanya dua rumah sakit, dan 20 rumah sakit  hanya ditelepon saja, dalam kasus ini telah terbukti bahwa tidak semua media memberitakan seperti kenyataan.
Kapitalisme menjadi sebuah ideologi yang kini masih diterapkan oleh negara-negara barat seperti Amerika, Inggris, dan Israel. Sebagai sistem kehidupan, kapitalisme memang mampu memancarkan aturan komprehensif untuk berjaya pada ajang politik ekonomi di seluruh dunia, sedangkan Indonesia hanya menjadi penjajahan kapitalisme negara lain.
Kesenjangan ekonomi
Seiring berjalanannya waktu, kapitalisme memberikan efek yang buruk bagi perekonomian serta kesenjangan sosial. Timbulnya jarak jauh antara si kaya dan si miskin ini merupakan dampak buruk dari kapitalisme yang terjadi di beberapa negara berkembang termasuk Indonesia. Negara Indonesia merupakan negara demokrasi, menurut Karl Marx negara demokrasi adalah negara kapitalis, karena negara dikontrol oleh logika ekonomi kapitalis yang mendiktekan bahwa kebanyakan keputusan politik harus menguntungkan kepentingan kapitalis.
Selain itu banyak perusahaan asing beroperasi di Indonesia, misalnya Freeport yang mengekploitasi hasil bumi di Papua dan Exxon Mobil di Aceh tidak memperhatikan kesejahteraan rakyat di sekitarnya. Pemerintah lebih berpihak pada investor ketika ada konflik antara pihak perusahan dan masyarakat.
Kepolisian lebih berpihak pada perusahaan asing di Indonesia seperti tragedi Mesuji. Terbukti bahwa Negara Indonesia menganut kapitalis dengan alasan adanya ciri negara yaitu tidak adanya peran pemerintah yang melayani rakyat tetapi pemerintah lebih melayani pihak investor.
Kapitalisme sesungguhnya ada sejak zaman feodalisme Eropa. Negara Eropa pada saat itu telah terjadi monopoli perekonomian yang dikuasai oleh bangsawan atau tuan tanah saja, sedangkan orang miskin hanya menjadi buruhnya saja. Buku yang berjudul “Capitalism its Origins and Evolution as a System of Govenance” menjelaskan bahwa kapitalisme adalah system pemerintahan tidak langsung karena pelaku ekonomi diatur oleh undang-undang dan peraturan yang mengatur kondisi untuk perilaku yang dapat diterima.Hal itu kontras dengan dua sejarah dan dua system pemerintahan kontemporer bagi hubungan ekonomi.
Sejak tahun 2000, Negara Indonesia mengalami postmodernism ditandai dengan manusia yang mengenal teknologi digital kontras dengan kehidupan sebelumnya. Era postmodrenism membuat konsepsi apa itu kebenaran, kebenaran dan sifat ditemukan di setiap individu  sehingga dapat dikatakan bahwa semua manusia sama antara yang satu dengan yang lainnya.
Munculnya modernism dan postmodernism tidak terlepas dari kapitalisme. Market kapitalisme (18-19 th century) ditandai dengan sistem locomotive.Kehidupan global menjadi kausal peminjam kebudayaan lain seperti mengonsumsi makanan dan minuman luar negeri seperti KFC, sushi, pepsi, fanta. Sebelum adanya zaman yang modern,dewasa ini penyerapan nasihat dari orang tua mengalami degradasi akibat media global. Hal tersebut mempengaruhi tindakan dan impian.Sebagian besar dewasa ini lebih percaya terhadap majalah daripada Al-Qur’an.Banyak orang memilih hidup tanpa keluarga mengakibatkan hancurnya agen-agen tradisional seperti keluarga dan agama. Di Australia setiap keluarga yang mempunyai anak umur 1-5 tahun mendapatkan uang sebesar $150untuk keberlangsungan hidupnya, sedangkan di Indonesia belum diterapkan aturan yang sama seperti di Australia.
Di era ini, Orientasi kebijakan kabinet Indonesia hebat yang dekat dengan masyarakat agar pemerintah lebih membela rakyatnya, apabila ada masalah antara investor dengan masyarakat. Dapat dikatakan Negara Indonesia menciptakan momentum yang baru untuk meraih keadilan sosial dan kesejahteraan umum, “jika dapat dipermudah kenapa harus dipersulit? Jika bisa dipercepat, kenapa mesti diperlambat,?”ucapjokowi.